Rabu, 28 April 2010

love has no limit, tapi kok..


katanya love has no limit.
tapi kok sepertinya sekarang saya ada di ambang batas.

saya sedang kalut.
karena saya sedang suka dengan seorang lawan jenis.
tapi dia alien.

kita seribu persen berbeda.
oke, masih ada sepuluh persen kesamaan sih.
sisanya saya nggak mengerti dia

kenapa juga saya bisa suka.

PS: oh ya, ini sudah berselang sekitar setengah tahun setelah terakhir kali saya suka dengan seseorang spesial.
semoga masih ingat bagaimana rasanya dan caranya.

Senin, 08 Februari 2010

love me for me


1 Februari 2010.
9.31

malam itu saya memutar kembali sebuah lagu yang sdah cukup lama tidak saya sentuh di folder lagu di laptop saya.
Love Me For Me, lagu Ashley Tisdale dari album Headstrong, solo album pertamanya yang rilis sekitar 2008 lalu.
saat lagu ini mulai mengalun, memori saya seolah diseret jauh ke belakang.
kembali pada masa-masa masih sering memutar lagu ini.
masa-masa saat masih diliputi kekecewaan yang menyesakkan soal betapa pria yang pernah saya sayang tidak pernah bisa
menerima apa adanya saya.
seutuhnya saya.

pasca patah hati dulu, sering sekali saya memutar lagu ini, sebagi refleksi emosi mungkin.
"Love me for me, not for someone that I would never be..,"
liriknya terasa sungguh pas tiap kali saya mengingat salah satu fase dalam hidup saya itu.
mungkin seorang Ashley Tisdale merasakan apa yang pernah rasakan itu.
atau mungkin anda yang saat ini tengah membaca ini, merasakan kesesakan yang sama.

rasa berontak yang didedikasikan kepada sekelompok pria yang menuntut lebih dari apa yang sudah ada pada diri kita, wanita.
selalu ada yang tidak tepat akan fisik kita, tabiat, dan kebiasaan kita.
saya tidak menyebutkan 'selalu ada yang salah', karena itu semua memang bukan kesalahan.
hanya tidak cukup saja.

keutuhan lirik lagu Love Me For Me nya Ashley Tisdale bisa terjadi pada siapa saja.
masih saya ingat dengan jelas betapa dulu saya sempat menjadi pribadi yang depresi dan minder.
saat merasa tidak diterima secara utuh oleh pria yang menjadi teman dekat (*baca: pacar)
semua perempuan pasti senang diistimewakan.
tapi harus siap juga saat suatu hari ada yang jauh lebih istimewa.

saya dan anda, kita para perempuan.
mungkin bukan yang terbaik, tapi kita adalah satu-satunya.
bahasa inggrisnya one of a kind.
jadi intinya sebenarnya kita ini spesial dan istimewa.
tidak ada alasan pria manapun menjatuhkan kepercayaan diri dengan membandingkan dan melecehkan keadaan kita.

saya ingat betul ketika salah seorang teman datang pada saya dengan air mata dan curahan hati.
pacarnya mengungkapkan seharusnya dia lebih kurus dari badannya saat ini.
mau dibilang apa, saya cuma bisa mengangkat bahu.
dulupun saya mengaku pernah mati-matian melindungi kulit dengan jaket tiap ada di luar ruangan.
karena tuntutan mantan pacar akan kulit tubuh yang lebih cerah.
tapi sekarang persetan.

teman saya dan saya bukan dua-duanya.
banyak juga teman perempuan saya yang biasanya memilih menjadi orang lain demi prianya.
ada yang bertransformasi menjadi Nona Sepatu Hak Tinggi dari seorang pribadi yang kasual dan tomboi.
saya terhenyak juga saat koleksi sepatu hak tingginya bertambah jenis.
setau saya dulu dia cuma memakainya ke kondangan atau minimal ke gereja.
sekarang tidak lagi, sepatu datar dan sneakers sudah disimpan.

"I'm not the girl that you see in the magazine.
Perfect face and perfect body."
adalah sepenggal lirik pada lagu Love Me For Me.
definisi cewek sempurna seolah menjadi impian yang dikejar saat saya dan beberapa perempuan lain terkungkung dalam lingkaran itu.
namanya lingkaran cinta naif, ada yang bilang lingkaran cinta buta, dan macam-macam lagi.
jangan cuma bicara fisik yang standarisasinya harus dinaikkan, kebiasaan dan pribadi juga dibawa-bawa.
saya tidak pernah suka semua lagu yang diputar di audio mobilnya.
selera musik saya dengan mantan sangat antipati.
tapi cinta membuat saya menghormati dan menyukai segala yang tidak saya sukai.
itu biasa dan bukan hal aneh.
yang sedikit keterlaluan adalah ketika selera musik saya lama-lama dilecehkannya.
menurut anda dan beberapa orang, termasuk dia, mungkin selera musik saya aneh dan tidak pas untuk perempuan.
dia selalu mengeluh kadang mengomel tiap kali giliran saya memutar album My Chemical Romance, Paramore atau lagu B.Y.O.B milik System of A Down.
menurutnya itu musik keras yang terlalu kasar (atau terlalu preman) untuk kami dengarkan dan terlalu ekstrim untuksaya idolakan.
batas toleransi musik rock baginya hanya sampai pada Linkin Park (album keluaran baru, bukan album-album awal mereka yang masih cadas dan keren)
....

... (bersambung, masih lelah.)

Pohon Kenangan (Reunited)

KITA MENARI MENGELILINGI POHON KENANGAN
SEMALAM
DALAM MIMPI

KITA MENABUH GENDERANG MENJELANG
PERAYAAN NOSTALGIA
BERPUTAR PUTAR MENGELILINGI POHON ITU
BERKELILING TERUS
TIDAK MAU MENATAP MUKA MASING MASING

RINDU YANG TELAH MENUMPUK LAMA
HINGGA BERBAU APEK
KINI LENYAP
WAKTU KAU ADA DI HADAPAN
DIPISAHKAN POHON INI

SEKILAS KULIHAT SILUET BADANMU DARI BALIK POHON
TAPI TIDAK WAJAHMU
AKU TAKUT MELIHAT SENYUM ITU
DAN BETERIMAKASIH PADA BADAN POHON
YANG MENGHALANGI KITA

BULAN KEHERANAN MELIHAT KITA
MASIH MENGITARI SI POHON KENANGAN HINGGA PETANG
TANGAN SUDAH LELAH MENABUH
GEDERANG TELAH TERJATUH

AKU BERPEGANGAN PADA POHON
TETES PELUHKU BERCAMPUR DENGAN DARAH YANG MENGALIRI NADIMU
DERU NAFASKU BERBAUR DENGAN LELAH PENAT RINDUMU
KAU MEMAKSAKU UNTUK BERHENTI
BERPURA PURA, YANG WALAU MELELAHKAN TAPI MENYAMANKANKU

KITA KEMBALI MENARI MENGITARI POHON KENANGAN
KALI INI DENGAN SEBELAH TANGANKU PADA POHON
LALAU TIBA TIBA
SEAKAN BULAN DI ATAS MELEDAK BERHAMBURAN
SAAT YANG BERGESEKAN DENGAN TANGAN INI
TAK HANYA KULIT POHON KENANGAN YANG KASAR

MENUNDUK AKU TAK MAU MELIHAT
WALAU KU TAU APA ITU
TANGAN KITA BERSATU DI ATAS POHON KENANGAN
MASIH TANPA BERPANDANGAN

TETALU GENDERANG YANG TELAH TERJATUH SEOLAH TERDENGAR KENCANG
WALAU TANGAN TANGAN KITA TAK LAGI MENABUHI
RITMENYA LEBIH KENCANG HATIKU YANG BERDEGUP

POHON KENANGAN KEMBALI LAGI
DENGAN KITA BERADA DI BAWAHNYA
AKU MEMUTUSKAN TIDAK MENEPIS KULIT TANGANMMU
YANG MENGELUS PUNGGUNG TANGANKU DI ATAS KULIT KASAR POHON

BULAN KEMBALI NORMAL
LALU MELEDAK LAGI
SAAT KAU BERBALIK DENGAN LETUPAN RINDU
MENGHAMBUR DARI BALIK POHON DENGAN SEBUAH DEKAPAN

TERIMA KASIH BUAT POHON KENANGAN
GENDERANG JUGA BULAN
WALAU AKU KINI SUDAH BANGUN DARI MIMPI

Rabu, 03 Februari 2010

Pagi bersama David


David ini bukan cowok saya.
Bukan juga salah satu teman pria saya.
David kenalan baru saya.
Dia ini anak kecil, memakai seragam SD saat saya menjabat tangannya berkenalan, tadi pagi menjelang pukul 6.

Malam sebelumnya saya baru melihat berita tentangnya di televisi, sebelum pergi tidur.
Ada mamanya juga, di tengah kuli tinta dan fotografer yang berdesakan.
Settingnya di pengadilan.
Mamanya di TV bilang, "Ya untuk ke depannya, saya akan menjaga anak saya lebih baik lagi,"

Produser saya telepon.
"Topik dialog interaktif morning show kamu besok tentang DERITA DAVID, ANAK YANG DIKENAI TINDAK PIDANA GARA-GARA SENGAT LEBAH"
O.
Saya mengerti akhirnya.

Tadi pagi saya bangun subuh, bersiap bertemu bocah ini.
Saya sedang mengakhiri sesi berdandan di ruang make up stasiun TV lokal tempat saya bekerja.
David masuk, digandeng ayahnya, saat kenalan namanya Pak Seno.

Sehabis kenalan, kami warming up.
Saya pikir supaya tidak canggung saat live show sebentar lagi.
David tembem.
Dia juga tidak terlalu pendiam dan pasif.

Oke, saya tidak akan melanjutkan cerita pagi tadi dulu.
Mungkin ada beberapa dari anda yang sebal akibat penasaran akan apa yang sebenarnya saya ocehkan.
Klik ini , baca sekilas.
Sudah manggut-manggut?
Atau mungkin anda menyimak juga beberapa pemberitaan di televisi?
Ini lebih lengkapnya, pakai foto.

David dengan kasus yang menimpanya kemarin, menggelitik saya untuk membawakan dialog pagi tadi dengan tidak biasa.
Saya pikir suatu hal yang ironi dan konyol saja apabila bocah yang masih kelas 3 SD ini diancam hukuman kurung.
Saya tau dia nakal.
Tapi begitukah jalannya?

Mentang-mentang.
Istilah mentang-mentang mungkin cukup representatif (*setidaknya bagi ukuran saya) untuk menggambarkan penuntut.
Kalau ayahnya si Dian Nirmala (teman perempuan David yang kena sengat lebah) adalah salah satu aparat polisi, lalu kenapa?
Ups, maaf, saya tidak bermaksud memancing siapa-siapa di sini.
Jangan-jangan setelah tulisan ini saya unggah, ada aparat yang datang menciduk dan memenjarakan saya atas tuduhan pencemaran nama baik dan lain-lain.
Tapi persetan juga, karena nanti juga pasti banyak teman-teman saya yang sepertinya mulai menggalang pengumpulan koin seperti fenomena barusan. :)

Pagi tadi selama hampir dua jam saya mengajak David untuk cerita-cerita.
Lucu juga saat saya lontarkan pertanyaan, "Gimana dek, rasanya masuk ruang sidang untuk pertama kali?"
David bilang, "Senang,"

Pak Nyoman, ketua Pengadilan Negeri Surabaya yang juga menjadi salah satu narasumber saya pagi tadi juga bilang.
"David ini anaknya pemberani dan tidak pemalu,"

Saya ikut senang putusan pengadilan sudah keluar tanggal 1 Februari kemarin, David diputus bebas.
Memang tidak seharusnya kasus konyol ini diperpanjang dan diaplikasikan jerat hukum yang sedemikian rupa.
David mungkin lebih nakal dari adik laki-laki terkecil saya yang sama-sama kelas 3 SD.
Tapi mereka sama-sama anak-anak.
Bukan kriminil.

David, senang berkenalan dengan kamu.
Kapan-kapan kita masuk TV lagi ya (*tentu bukan perkara kasus lagi, OK?)

This is a reborn, rebirth, repetition, and anything u name it.


hari ini, tanggal 3 Februari 2010.
hari Rabu, pukul 19.51.
blog ini jadi.

saya muak juga memulai menulis dengan terpaksa.
yang bikin muak adalah begini.
beberapa menit yang lalu saya mulai mengutak-atik lagi untuk pertama kalinya
blog-blog lama (lebih tepatnya 2 blog) yang sudah sekian lama tidak diperhatikan.
hal ini muncul setelah ada keinginan mendadak pasca main-main ke blog teman saya.
Lianggono, dibumihatiku.blogspot.com
hasrat untuk blogging mendadak muncul lagi.

saya putuskan untuk membuka blog lama dan 'berbenah'.
tapi tidak bisa.
karena blog yang satu bicara murni seputar kuliner.
sementara blog yang satu lagi sudah 'tercemar'.
bukan konotasi negatif.
tercemar artinya tidak murni tulisan saya lagi.
blog itu terakhir sempat dibuat materi untuk ujian membuat blog di kampus
dan menjadi blog 'merger' dengan seorang kawan wanita.

saya menginginkan sesuatu yang baru dan inspiratif.
jadi inilah tulisan pertama saya mengawali harapan itu.
petang ini, di kantor tempat syaa bekerja paruh waktu,
saya mulai mengetik.
di luar hujan gerimis.

ini adalah postingan pertama.
saya senang karena walau berangkat menulis dengan perasaan sebal,
tapi sekarang rasanya lebih baik.
mungkin kekuatan dari berbagi itu sendiri yang bangkit lagi.

menulis saat hujan gerimis begini terasa sangat nyaman.
sebentar lagi saya ingin menghias tampilan blog ini sebisanya.
dan semoga tulisan tulisan tetap mengalir secara rutin.
sekali lagi, semua tulisan ini tulisan yang tidak penting.
jadi saya nggak meminta siapa-siapa untuk meluangkan waktu membaca atu berkomentar.

saya murni menulis untuk diri sendiri. ^^